Now Playing Tracks

Seandainya

   Sepi . Sunyi . Senyap . Sekujur tubuh ini bergetar seolah memancarkan gelombang-gelombang elekromagnetik , efek radiasinya begitu terasa . Mencekam . Ada apa gerangan ? Otak . Pikiran . Dan tubuh seakan berpencar indah , menari dalam dunia tak bernyawa . Entah apa yang sedang kurasakan , rasanya galau , ingin ini , ingin itu , dan semuanya bercampursari . Ada apa denganku ?

         Ya lagu itu , ia berhasil melemahkan tubuhku yang rentan ini mnjadi smakin tak berdaya . Lemah dan lunglai . Aku tak habis pikir , mengapa hati dan pikiranku seolah terpancing akan senandung itu , tenggelam dan semakin larut . Hanyut dalam larutan tanpa buffering . Sekali lagi , aku bertanya “Ada apa dengan diriku ? Ada apa ?” .  Hati kecil ini rupanya tak mampu mnjawabnya . Rasanya sakit sekali . Sakit dan sangat sakit . “Apakah seperti ini rasanya orang yg sedang patah hati ?” . Ahh tidak , aku sedang tidak patah hati . “Lalu apa ?” .

        Kutelusuri gang sempit berkelok , sesekali ku memandang eloknya cakrawala berhiaskan dewi malam dengan senyum indah di bibirnya . Benar-benar menenangkan hati . Kegalauan  , kecemasan dan kesakitan ini serasa terobati olehnya . Ketika ku memandang jauh ke bawah , lagi-lagi terbesit pertanyaan itu. “Sebenarnya ada apa denganku ?” . Jujur , perasaanku semakin tak enak . Hati ini semakin tak karuan . Ragaku ada disini , tapi kemanakah pikiranku ? . Pikiranku melayang di atas untaian dedaunan , melambai-lambai oleh semilir angin , ketika ia tak bersahabat , layangan itu semakin menjauh pergi dan semakin tinggi . “Hey , kemarilah ! Kembalilah !” . Suara itu , perintah itu , entah dari mana datangnya. Rupanya aku menginjak sebotol kaleng . Ak pun tersadar dari lamunan panjangku .

            Lalu , aku memasuki gubug reyot tua , tempat dimana ku berteduh . “Mungkin secangkir teh akan menenangkanku” . Jalan menuju dapur rasanya sperti beratus-ratus meter . Kuambil teh celup Tong Ji di almari dapur , kusediakan H20(l) panas dengan sesendok gula di dalamnya . Kuaduk-aduk sembari meregangkan otot-otot kakiku yang kaku-kaku . Menghirup udara malam di teras rumah seakan sudah menjadi custom bagiku . Ditemani oleh secangkir teh dan sepotong ubi membuat hati ini semakin larut dalam ketenangan malam . Suara merdu jangkrik dan katak memberikan sensasi berbeda dengan harmoni yang serasi dan seragam . Terlebih sekumpulan kucing dengan suara’a yang khas mengeong tepat di hadapanku . Serasa menjadi Ratu semalam . Hmm … Indahnya malam ini . Subhanallah .

            Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB , “It’s time to sleep” . Ku kunci semua pagar dan pintu dan mulai berjalan menuju kamar tidur . Ternyata jagoanku masih terjaga . Rupanya ia sedang menyaksikan sebuah konser di salah satu channel televisi . Lagi-lagi ku mendengar lagu itu didendangkan . Dan lagi-lagi hati terasa bergetar . Alunan musiknya yang slow benar-benar tlah melumpuhkan jiwa raga ini . Tanpa sengaja , mataku tertuju pada setumpuk buku .  Saraf ini seolah berpaling dari otakku . Tiba-tiba kuberjalan mendekatinya , kujatuhkan tanganku untuk mengambil dan mendekapnya . Ia adalah sebuah album . Album putih nan usang terbungkus oleh debu . Sepotong tissue putihlah yang membersihkannya dari noda-noda yang bersarang .

            Kubuka album putih itu , kupandangi semua gambar diri . Tanpa terasa air mata ini menetes perlahan-lahan . Pikiranku melayang jauh , terbang tinggi bersama mimpi . Saat itu , kala itu dan semuanya . “Akankah terulang kembali masa-masa indah yang dulu ada ?” . Rupanya aku merindukan sahabatku . Ya sahabatku . Mereka adalah sahabatku yang kusayang . Kenangan bersama mereka akan selalu menjadi the sweatest moment bagiku , selamanya .

                Ketika kita mengenangnya sebagai suatu kisah yang tidak dapat dipisahkan dari roda kehidupan, arti sahabat adalah bagian dari seikat bunga yang akan selalu terasa mekar di hati dan wangi harumnya yang akan terus membasuh lembaran memory menjadi suatu kenangan yang akan tumbuh dan terus kekal menjadi abadi. Akhir dari perjumpaan yang terasa baru, menyisakan palung keraguan bahwa hal yang menjadikan cita-cita qta belum terwujud membiaskan akan peristiwa apa yang terjadi.

Sahabatku ..

Engkau tak ubahnya atmosfer yang selalu menyelimuti bumi , engkau ibarat gas mulia di gang VIIIA kampung periodik , meski inert namun kekompakannya membuat engkau disegani oleh unsur-unsur lainnya dan bangsa manusia . Sahabat, kau juga seperti O2 , kehadiranmu memberikan kehidupan bagi semua makhluk hidup . Tak perlu munafik , apa yang kita lakukan bersama terkadang memang melelahkan dan menjengkelkan , tetapi itulah yang membuat persahabatan ini semakin indah dan bernilai .

Sahabatku ..

Ingatkah engkau bagaimana dulu engkau bercerita akan janji-janjimu ? Akan semua keinginanmu ? Akan berbagai macam hal yang membuatmu begitu terlihat tegar ? Hasrat , semangat dan ketegaranmulah yang memberikan kekuatan bagiku untuk menjadi orang yang tabah .

Sahabatku..

Begitu nyata dan jelasnya diriku untuk selalu mengenangmu , bagaimana dulu kita duduk bersama , bercerita , bercanda dan belajar betapa sulitnya meraih mimpi . Ketulusanmu itulah yang membuatku mengerti akan berharganya dan pentingnya sebuah mimpi .

Sahabatku ..

Tiada hal terindah yang bisa kita lewatkan untuk kembali mengenangmu dan menjadikanmu sebagai “Kenangan Terindah” dalam perjalanan hidupku . Terima Kasih engkau telah menjadi bagian dari hidupku dengan berbagai hiasan dan pernak pernik yang membuat hidupku menjadi lebih bermakna .

Sahabatku ..

Mengenangmu adalah suatu keceriaan dalam menikmati hidup ini , belajar akan arti semangat hidup , belajar akan cinta dan rasa empati , belajar akan indahnya persahabatan yang membuatku sadar betapa agungNya Tuhan yang telah mendekatkanku pada sahabat-sahabat sepertimu . <span class=” fbUnderline”>TERIMA KASIH SOBAT </span>.

Seandainya waktu dapat berputar mundur , pasti aku akn kembali memutarnya pada masa-masa indah ketika dulu kita bersama , masa di saat qta saling melepaskan sgala penat yang ada . Karna tawamu dan senyummu akan slalu terukir indah bak permadani dlm hati dan jiwaku . Seandainya dan seandainyaa . Ya SEANDAINYA saja ..

Created by Ria Kusuma Dewi

June 28th , 2011

          Bila nanti kita tlah hidup masing-masing , ingatlah selalu persahabatan ini sobat =)

To Tumblr, Love Pixel Union